10/22/09

BERKARYA = BERDOA

Buka Puasa Bersama Claser Community

Bulan Ramadhan yang penuh berkah bagi umat Islam tak hanya diisi hanya dengan ibadah, tetapi juga diwarnai dengan banyaknya acara buka puasa bersama (bukber) yang kini sudah menjadi tren di kalangan kaum muda urban yang ternyata juga diikuti oleh tak hanya kaum muslim saja. Claser Community Jakarta sebagai bagian dari komunitas muda tentunya tak ketinggalan juga mengadakan acara buka bersama pada tanggal 17 September 2009 di markasnya yang terletak di Jalan Bangka Raya No.27A Jakarta Selatan. Tempat kongkow Claser itu kedatangan lebih dari 100 orang termasuk Claser yang juga berasal dari berbagai komunitas di Jakarta, seperti misalnya komunitas bikers dan Estillo yang di Claser Community termasuk dalam Claser Otomotif, dan tentu saja para Claser Movie dan Claser Music.

Sebagai generasi ‘Talk Less Do More’ yang di bulan baik ini prinsip tersebut berkembang menjadi ‘Let’s Pray Do More’, maka jika ada acara kumpul-kumpul harus memiliki manfaat, karena itulah Claser Community selalu punya konsep yang jelas dalam setiap kegiatannya. Dalam acara bukber kali ini diangkat sebuah tema yang dahsyat, yaitu: Berkarya = Berdoa! Sebagai pembicara sekaligus performer dalam acara kali ini adalah seorang seniman multibakat pemilik ‘sekolah’ alam Kandank Jurank Doank, siapa lagi kalau bukan Dik Doank. Lulusan Institut Kesenian Jakarta ini memang sosok yang memiliki prinsip ‘Sedikit Bicara Banyak Berkarya’ dan konsisten dalam menghasilkan karya seni yang juga merupakan sebuah doa sehingga bisa berguna bagi banyak orang.

Bukber dimulai dengan diskusi terbuka tentang tema kali ini, dipandu oleh Anita Kastubi dari managemen Claser Community yang mengawalinya dengan penjelasan tentang Berkarya = Berdoa. Sebuah tema yang berangkat dari kesadaran bahwa karya memiliki kekuatan untuk memotivasi orang lain, memberi harapan positif, dan jadi inspirasi untuk membangkitkan energi positif bagi orang lain, maka karya harusnya dibangun selayaknya sebuah doa yang mampu menggulirkan harapan penciptanya untuk kebaikan orang banyak, harapannya agar para Claser sebagai bagian dari kaum muda kreatif bisa menghasilkan sebuah karya yang juga merupakan sebuah doa, hingga dapat membawa manfaat luas paling tidak bagi diri sendiri. Sementara Dik Doank memulainya dengan sebuah nyanyian yang merupakan kisah hidupnya masa lalu. Pria bernama asli Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma ini melanjutkan dengan bahasan mengenai bagaimana sebuah doa yang baik menjadi modal utama kita dalam menghasilkan sebuah karya yang baik. Acara juga diselingi dengan tanya jawab seru dengan para Claser, dan pemutaran beberapa film pendek karya Dik Doank yang mendapat apresiasi luar biasa dari Claser.

Diskusi berakhir sebelum kumandang azan maghrib, dan dilanjutkan dengan menyantap takjil serta hidangan lengkap penggugah selera. Setelah perut telah penuh terisi, para Claser pun tak serta merta langsung beranjak pulang, karena acara masih berlanjut dengan penampilan Larva, Kabiza, Pain is Gone, dan Kanatra, yaitu nama-nama grup band Claser Music yang malam itu unjuk kemampuan mereka dalam bermusik. Boleh dibilang bukber Claser Community kali ini sukses, salut untuk para Claser yang sudah datang, yang nggak sempat hadir bisa ditebus dengan menghadiri acara-acara Claser Community yang lain. Apresiasi yang tinggi juga ditujukkan bagi PT NTI Indonesia – Clasmild yang pada bukber kemarin juga hadir dan ikutan larut dalam keceriaan seluruh Claser yang berkumpul pada saat itu. Semoga kekompakan dan kehangatan Claser Community bisa terus dipertahankan, sehingga sama-sama bisa berkarya dengan baik tanpa harus banyak omong. So guys, let’s Keep The Spirit of Talk Less Do More! (b\w)

*www.clas-mild.com, September 2009 - terima kasih utk mb Ankas atas sumbangsarannya

No comments:

Post a Comment

BACA JUGA

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...